KONSEP
DASAR KEPERAWATAN KOMUNITAS DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN
keperawatan kesehatan
komunitas sebagai tindakan untuk meningkatkan
dan mempertahankan kesehatan dari populasi dengan mengintegrasikan ketrampilan
dan pengetahuan yang sesuai dengan keperawatan dan kesehatan masyarakat.
Praktik yang dilakukan komprehensif
dan umum serta tidak terbatas pada kelompok tertentu, berkelanjutan dan tidak
terbatas pada perawatan yang bersifat episodik. Definisi keperawatan
Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan
Komunitaskesehatan komunitas menurut American Public Health Association(2004)
yaitu sintesis dari ilmu kesehatan masyarakat dan teori keperawatan profesional
yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan pada keseluruhan komunitas.
Keperawatan komunitas mencangkup berbagai bentuk upaya pelayanan kesehatan baik upaya promotif,
preventik, kuratif, rehabilitatif, maupun resosialitatif. Upaya promotif ini
dilakukan untuk meningkatkan kesehatan, individu, dan keluarga.
Kelompok dan masyarakat dengan melakukan kegiatan
penyuluhan kesehatan, peningkatan gizi, pemelihara kesehatan perorangan,
pemelihara kesehatan lingkungan, olah raga teratur, rekresi dan pendidikan
seks.
1. Menurut
Depkes (2006) Pelayanan keperawatan kesehatan komunitasdapat diberikan secara
langsung pada semua tatanan pelayanan kesehatan , yaitu :Di dalam unit
pelayanan kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, dll) yang mempunyai pelayanan
rawat jalan dan rawat nginap
2. Di rumah
Perawat “home care”memberikan pelayanan secara langsung padakeluarga di rumah
yang menderita penyakit akut maupun kronis. Peran home caredapat meningkatkan
fungsi keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mempunyai resiko tinggi
masalah kesehatan.
3. Di
sekolahPerawat sekolah dapat melakukan perawatan sesaat (day care) diberbagai
institusi pendidikan (TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan tinggi, guru dan
karyawan). Perawat sekolah melaksanakan program screening kesehatan,
mempertahankan kesehatan, dan pendidikan kesehatan
4. Di tempat
kerja/industriPerawat dapat melakukan kegiatan perawatan langsung dengan kasus
kesakitan/kecelakaan minimal di tempat kerja/kantor, home industri/ industri,
pabrik dll. Melakukan pendidikan kesehatan untuk keamanan dan keselamatan
kerja, nutrisi seimbang, penurunan stress, olah raga dan penanganan perokok
serta pengawasan makanan
5. Di
barak-barak penampunganPerawat memberikan tindakan perawatan langsung terhadap
kasus akut, penyakit kronis, dan kecacatan fisik ganda, dan mental.
6. Dalam
kegiatan Puskesmas kelilingPelayanan keperawatan dalam puskesmas keliling
diberikan kepada individu, kelompok masyarakat di pedesan, kelompok terlantar.
Pelayanan keperawatan yang dilakukan adalah pengobatan sederhana, screening
kesehatan, perawatan kasus penyakit akut dan kronis, pengelolaan dan rujukan
kasus penyakit.
7. Di Panti
atau kelompok khusus lain, seperti panti asuhan anak, panti wreda, dan panti
sosial lainya serta rumah tahanan (rutan) atau lembaga pemasyarakatan (Lapas).
Sasaran Keperawatan Kesehatan Komunitas(Depkes, 2006)
1. Sasaran
individuSasaran priotitas individu adalahbalita gizi buruk, ibu hamil risiko tinggi,
usia lanjut, penderita penyakit menular (TB Paru, Kusta, Malaria, Demam
Berdarah, Diare, ISPA/Pneumonia) dan penderita penyakit degeneratif.
2. Sasaran keluargaSasaran keluarga adalah
keluarga yang termasuk rentan terhadap masalah kesehatan (vulnerable group)
atau risiko tinggi (high risk group), dengan prioritas :
a. Keluarga miskin belum kontak dengan sarana pelayanan
kesehatan (Puskesmas dan jaringannya) dan belum mempunyai kartu sehat.
b. Keluarga miskin sudah memanfaatkan sarana pelayanan
kesehatan mempunyai masalah kesehatan terkait dengan pertumbuhan dan
perkembangan balita, kesehatan reproduksi, penyakit menular.
c.
Keluarga tidak termasuk miskin yang mempunyai masalah
kesehatan prioritas serta belum memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan
3. Sasaran kelompokSasaran
kelompok adalah kelompok masyarakat khusus yang rentan terhadap timbulnya
masalah kesehatan baik yang terikat maupun tidak terikat dalam suatu institusi.
a. Kelompok masyarakat khusus tidak terikat dalam suatu
institusi antara lain Posyandu, Kelompok Balita, Kelompok ibu hamil, Kelompok
Usia Lanjut, Kelompok penderita penyakit tertentu, kelompok pekerja informal.
b. Kelompok masyarakat khusus terikat dalam suatu
institusi, antara lain sekolah, pesantren, panti asuhan, panti usia lanjut,
rumah tahanan (rutan), lembaga pemasyarakatan (lapas)
4. Sasaran
masyarakat Sasaran masyarakat adalah masyarakat yang rentan atau mempunyai
risiko tinggi terhadap timbulnya masalah kesehatan, diprioritaskan pada Masyarakat
di suatu wilayah (RT, RW, Kelurahan/Desa) yang mempunyai :
1)
Jumlah bayi meninggal lebih tinggi di bandingkan
daerah lain
2)
Jumlah penderita penyakit tertentu lebih tinggi
dibandingkan daerah lain
3) Cakupan
pelayanan kesehatan lebih rendah dari daerah lainb.Masyarakat di daerah endemis
penyakit menular (malaria, diare, demam berdarah, dll)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar